Sebelum mengetahui apa saja perbedaan yang terdapat dalam proses bisnis syariah dan konvensional kita harus mengetahui dahulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan proses bisnis. Proses bisnis adalah suatu
pekerjaan yang saling terkait untuk menyelesaikan masalah tertentu. Pekerjaan
yang dimaksud dalam hal ini adalah tugas yang menghasilkan keuntungan, bisa
jadi keuangan atau sebaliknya. Jadi yang dimaksud dengan proses bisnis
syariah adalah suatu pekerjaan yang saling terkait untuk
menyelesaikan masalah tertentu yang berasaskan nilai – nilai tauhid (nilai
ketuhanan) sehingga menghasilkan keuntungan. Sedangkan proses bisnis konvensional adalah pekerjaan yang saling
terkait untuk menyelesaikan masalah tertentu yang berasaskan nilai – nilai Sekularisme
(Nilai-nilai material) sehingga menghasilkan keuntungan.
Berdasarkan pengertian diatas ada beberapa hal yang
menyebabkan perbedaan diantara proses bisnis syariah dan konvensional,
diantaranya :
- Proses bisnis syariah
- Proses Bisnis syariah memiliki pemahaman terhadap bisnis yang halal dan haram. Sehingga dalam proses bisnis syariah tidak mengenal adanya riba ( yang dalam hukum islam bersifat haram ) tetapi sistem bagi hasil.
- Proses bisnis syariah selalu didahului akad/perjanjian dalam pelaksanaannya. Akad memegang peranan yang sangat penting. Akad disini bertujuan untuk membuat kesepakatan yang saling menguntungkan.
- Proses bisnis syariah dilaksanakan sesuai dengan kaidah islam yang telah ditentukan dan didasari motivasi mencari keuntungan di dunia dan akhirat..
- Proses bisnis konvensional
- Dalam Proses Bisnis Konvensional motivasi dalam kegiatan berbisnis didasari oleh keinginan dunia tanpa memperhatikan akhirat.
- Dalam pelaksanaan proses bisnis konvensial tidak adanya kesepakatan (akad)/ perjanjian yang jelas antara pelakunya. Sehingga tidak ada pandangan yang sama dan terkadang sering menyebabkan keuntungan hanya pada satu pihak saja
- Dalam Proses pemasaran bisnis konvensional menghalalkan segala cara, bukan hanya cara halal tapi juga cara yang tidak halal untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.
Berdasarkan pemaparan diatas, kita dapat menilai proses bisnis mana yang lebih baik bagi semua aspek. Untuk lebih memahami proses bisnis syariah, saat ini kita dapat mengamatinya dengan dimulainya sistem bank berbasis syariah, asuransi berbasis syariah ataupun beberapa perusahaan lainnya yang juga berbasis syariah.
